Tuesday, April 2, 2019

Cara Ternak Ayam Doc atau Ayam Boiler umur 1 hari sampai 1 minggu

April 02, 2019 0


Hari pertama.

Sebelum DOC datang pastikan kandang telah siap; sebaiknya litter telah terpasang di seluruh area dalam kandang, buat sekat dengan ukura 2 m bujursangkar / 100 DOC, pastikan penghangat menyala dengan baik higga suhu dalam area sekatan stabil berkisar 32 derajat celcius. Untuk kestabilan suhu sebaiknya gunakan gasolek sebagai penghangat kandang, harganya lumayan mahal tapi daya tahannya cukup lama. Pakan anak ayam dan air minum sudah tertata dengan baik. Siapkan juga air gula (larutan gula arena) dalam wadah.

Ketika DOC broiler datang bawa box kedalam kandang, buka dan ambil anak ayam satu persatu, celupkan paruhnya kedalam larutan gula dan letakkan dalam area sekatan. Lakukan kontrol suhu sejam sekali, bila DOC tersebar merata dalam brooding (area sekat) berarti suhu sudah pas, jika anak ayam bergeerumul (berkelompok) berarti suhu terlalu rendah, dan bila menjauh dari penghangat berarti suhu terlalu tinggi. Periksa kecukupan air minum dan pakan pada nampan, sebenarnya pakan belum begitu penting di hari pertama ini.

Hari Kedua

Campur air minum dengan vitamin (sebagai anti stress), merek dagang dan dosis penggunaan silahkan langsung konsultasi ke poultry shop/ petugas kesehatan hewan di daerah kita. Bersihkan nampan makanan dan tempat minuman, ganti / menambah pakan sesering mungkin, oleh karena itu beri pakan sedikit demi sedikit saja.

Hari Ketiga Perlakuan dan kegiatan beternak ayam sama dengan pemeliharaan ayam broiler di hari ke dua.

Hari Ke Empat

Kita akan melakukan vasinasi ND pada hari ini, pemberian vaksin pada broiler dilakukan secara tetes pada mata dan hidung (lobang paruh). Vitamin dalam air minum tetap diberi. Pada hari ini area sekat diperlebar sesuai pertumbuhan ayam. Pelebaran dilakukan setiap 4 hari sekali hingga umur 2 minggu. Kisaran suhu kandang sekitar 31 -32 derajat celcius.

Hari ke 5 – 14.

Setiap 4 hari sekali lakukan pelebaran sekat, air minum tetap dicampur dengan vitamin, pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit. Suhu dalam kandang untuk broiler umur 5 – 7 sekitar 31 derajat, dan umur 7 – 14 sekitar 29 derajat. Litter diauduk 2 – 3 kali seminggu dan pada hari ke 8 ganti dengan litter baru (khusus di area tersekat saja)

Hari ke 15 - 20

Litter masih digunakan, periksa bagian yang menggumpal dan ganti, pembuangan litter dilakukan pada umur 18 – 21 hari tergantung daerah (makin dingin semakin lama). Tidak ada lagi sekat dalam kandang, semua kandang telah terpakai secara merata, dan pemanas juga tidak diperlukan.

Hari 21 beternak ayam broiler hingga panen

Masa terberat dalam budidaya ayam broiler hanya dihari 1 higga buka alas kandang (buang litter). Pada hari ke 21 pastikan kandang panggung tidak meggunakan litter lagi. Tugas kita sehari-hari berikutnya hanya megisi tempat pakan dan engontrol air minim. O iya air minum tetap dicampur dengan vitamin anti stress hingga panen terutama untuk daerah panas. Penggantian pakan dilakukan minimal 2 kali sehari.

Sumber:https://kesehatan-ternak.blogspot.com/2015/11/cara-beternak-ayam-broiler-skala-kecil.html


DESA TERNAK
Lokasi: Daerah Pasir Mae Kp. Pasir Kuray Cipeucang Pandeglang Banten (Desa Ternak Pasir Mae)
Telp: 021-2254 6115
Hp. 0813 19 7777 46

Cara Memilih Bibit Doc ayam boiler yang baik bagi pemula

April 02, 2019 0


Bagi seorang peternak kususnya peternak ayam broiler, keberhasilan dalam beternak ayam broiler sangat dipengarui oleh kualitas DOC. Memilih DOC yang bagus bagi peternak pemula merupakan hal yang cukup sulit, butuh pengalaman dan pengetahuan yang mumuni untuk mengethui DOC yang berkualitas super.

Pemilihan doc yang berkualitas sangat berperan penting dalam keberhasilan ternak, sekarang banyak sekali penjual bibit/doc yang menawarkan harga yang terjangkau, tetapi hendaknya peternak berhati-hati dengan hal ini. Proses produksi doc yang baik serta berkualitas super membutuhkan banyak tahapan didalam prosesnya.

Kalau kami tinjau lebih dalam, dalam hal pembiayaan ternak, doc mempunyai beban kurang lebih 20% dari total anggaran, tidak hanya untuk pakan dan lain-lain, akan tetapi doc mempunyai peran lebih dari 60% dalam keberhasilan ternak, untuk itu anda harus pintar memilih dan meilih DOC yang bagus dan berkualitas jangan hanya memandang harga DOC yang murah semata. Saran kami pilihah breeder yang terpercaya dalam bidangnya serta seleksi kembali doc yang kamu beli sebelum chick in.

Dalam beternak broiler faktor yang paling mutlak adalah perawatan, meskipun dalam pemilihan bibit telah maksimal akan tetapi perawatan anda kurang maksimal maka hasinya juaga tak bakal maksimal, khususnya dalam pemeliharaan pada suhu kehangatan pada saat kondisi ayam tetap kecil usia 0 - 7 hari.

    Cara pemilihan bibit ayam atau DOC yang bagus:
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler dari perusahaan pembibitan yang berpengalaman atau sudah populer
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler yang berkualitas dengan berat badan antara 35 - 40 gram atau super
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler yang memiliki warna yang cerah
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler yang tidak memiliki cacat bawaan (anda bisa melihat fisiknya)
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler yang mempunyai suara yang nyaring dan tubuh tidak lemes
  • Pilihlah bibit ayam atau doc broiler yang memiliki warna putih kekuning kuningan
  • Pilihlah bibit ayam alias doc broiler dengan paruh serta kaki yang kuning cerah

    Setelah anda berhasil memilih bibit ayam atau DOC yang berkualitas kita jamin anda akan memperoleh hasil panen yang optimal akan tetapi semua itu tak lepas dari perawatan serta nutrisi untuk menunjang pemeliharaan yang baik. Secara umum Bibit ayam Broiler dibedakan menjadi tiga kelompok diantaranya Grade A, Grade B serta Polos

      Ciri-ciri DOC yang masuk ke dalam Grade A adalah :
  • Bisa berdiri serta lincah
  • Pusarnya sehat tak basah
  • Anggota badan lengkap serta normal tak memiliki cacat bawaan
  • Bulu tumbuh dengan sempurna serta warna bulu sesuai dengan breednya (bangsanya)
  • Warna kaki atau paruh tak pucat
  • Bobot Tetas antara 35 - 40 gram tergantung tipe
  • Perut tak kembung
  • Tak ada luka sedikitpun luka walaupun hanya memar.

    Selanjutnya Untuk DOC grade B biasanya mempunyai nilai yang lebih rendah dari grade A, jadi harganyapun lebih rendah.

      DOC yang tergolong ke dalam grade B biasanya ditandai dengan :
  • Pusar yang sehat tak basah
  • Anggota badan lengkap serta normal
  • Tidak bisa berdiri dengan tegak dan tak lincah
  • Kaki atau “shank” pucat
  • Bulu tumbuh dengan sempurna, tapi warnanya tak merata
  • Perut tak kembung
  • tak ada luka atau memar sedikitpun.

    Dan yang terahir adalah Ciri-ciri DOC polos atau sering kita sebut dengan istilah afkir atau Anak ayam yang tidak masuk ke dalam grade A maupun grade B dan digolongkan ke dalam DOC afkir, yaitu DOC yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

    1. Menderita omphalitism atau pusar basah
    2. Perut kembung
    3. Tak bisa berdiri dan terlihat lemah
    4. Pertumbuhan bulu tak sempurna serta warnanya tak merata
    5. Anggota badan tak lengkap atau tak normal.


    Apabila ada salah satu ciri di atas yang ditemukan pada DOC yang anda beli, maka bisa dipastikan bahwa anak ayam tersebut diafkir. Pada perusahaan penetasan, biasanya anak ayam yang diafkir ditampung oleh perusahaan pembuatan pakan ternak untuk dipakai sebagai pakan ayam atau ikan sebagai sumber protein.

    Sumber:http://www.ternakpertama.com/2016/07/cara-memilih-doc-broiler.html


    DESA TERNAK
    Lokasi: Daerah Pasir Mae Kp. Pasir Kuray Cipeucang Pandeglang Banten (Desa Ternak Pasir Mae)
    Telp: 021-2254 6115
    Hp. 0813 19 7777 46

  • Friday, March 29, 2019

    Belajar Ternak Love Bird untuk menghasilkan anakan yang baik

    March 29, 2019 0
      CARA BELAJAR TERNAK LOVEBIRD
  • SIAPKAN SANGKAR BURUNG LOVE BIRD
  • Setelah kita memiliki indukan yang berusia setahun dan siap untuk diternak, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan sangkar yang tepat. Untuk menempatkan sepasang lovebird, buatlah sarang seukuran 50x50x50 cm. Di sarang tersebut, jangan lupa juga untuk menyediakan tempat untuk bertelur lovebird yang terbuar dari kotak kayu ukuran 25x20x25 cm dan juga tenggeran atau tempat bertengger. Posisi sarang harus terhindar dari sinar matahari dan hujan. Untuk bahan sarangnya Anda juga harus menyediakan rumput-rumput kering, serutan kayu, atau dahan-dahan kering. atau anda dapat membelinya di MATRABIRD MERUYA JAKARTA BARAT

      Perlengkapan Saran:
    • Sediakan tempat pakan
    • Sediakan tempat minum
    • Sediakan karamba atau tempat mandi
    • Sediakan tangkringan


  • PEMILIHAN USIA LOVE BIRD
  • Sebelum kita membahas lebih rinci mengenai cara ternak lovebird, sebaiknya anda pilih umur lovebird yang pas untuk diternakan, tidak terlalu muda, karena biasnaya indukan belum siap untuk melakukan reproduksi, pilih indukan yang telah berusia setahun.

  • MEMILIH BIBIT(Memilih Jantan dan Betina Burung Love Bird)
  • Berdasarkan jenis lovebird yang sudah disebutkan di atas, antara jantan dan betinanya sangat sulit untuk dibedakan, keduanya memiliki kemiripan dan kesamaan, maka dari itu kita harus jeli dalam menentukan jenis kelamin jantan dan betinanya.

    Setelah kita dapatkan jumlah burung yang akan kita ternak, kemudian usianya sudah setahun, langkah selanjutnya kita bedakan antara jantan dan betinanya. Jangan sampai jeruk makan jeruk. Nah, cara untuk membedakan jenis kelamin lovebird adalah dengan cara meraba tulang, dimana jika jarak antara kedua tulang supit renggang dan terasa lentur maka lovebird tersebut biasanya berjenis kelamin betina. Dan jika jarak antara tulang supit sempit serta terasa keras biasanya lovebird tersebut berjenis kelamin jantan.

    Cara di atas tidak akurat 100%, namun relatif bisa dipakai. Untuk cara yang akuratnya adalah dengan cara tes darah. Pertama cabut sehelai bulu lovebird, nantinya di pangkal bulu lovebird tersebut terdapat sedikit darah yang menempel, selanjutnya periksa ke laboratorium yang khusus untuk meneliti jenis kelamin lovebird. Cara inilah, cara yang sangat akurat untuk menentukan jenis kelamin lovebird.

  • MELAKUKAN PENJODOHAN
  • Setelah kandang dan indukan siap, langkah selanjutnya adalah intinya, yaitu pengawinan. Di alam, burung ini memiliki sifat setia pada pasangannya. Cara mengawinkan lovebird adalah dengan meletakkan masing – masing jantan betina di sangkar terpisah dan dekatkan kedua sangkar tersebut.

    Kalau mereka selalu berdekatan maka kemungkinan besar sudah berjodoh. Proses ini biasanya memakan waktu 3 – 7 hari. Proses penjodohan ini bisa sangat cepat bila dilakukan saat masing – masing lovebird tersebut sudah memasuki masa berahi.

    Masa berahi ini ditandai dengan perilaku – perilaku tertentu, seperti sering berkicau serta melakukan aktivitas – aktivitas birahi, yaitu jantan berusaha mengawini benda – benda didekatnya, sedangkan merunduk sembari membuka sayap dengan ekor bergerak naik turun.

    Jika jantan dan betina tersebut sudah berjodoh, kumpulkan keduanya dalam sebuah sangkar penangkaran. Ada hal yang harus diingat : jika setelah dikumpulkan dalam satu kandang ternyata tidak mau kawin atau selalu kejar – kejaran maka dipastikan penjodohan ini telah gagal. Cobalah untuk mengulangi lagi proses ini dengan menukar salah satunya dengan lovebird yang lain. Ada juga kejadian unik, yaitu pasangan tersebut cerai. Hal ini biasanya terjadi karena kondisi kandang yang kurang nyaman, stres, maupun perebutan makanan.

    Alternatif lain untuk penjodohan adalah dengan mengumpulkan banyak lovebird sekaligus disebuah kandang yang besar. Paling tidak harus ada lima pasang lovebird dalam kandang tersebut. Satu hal yang harus diingat pula bahwa lovebird tidak mengenal poligami atau poliandri seperti layaknya bangsa burung yang lain. Oleh karena itu, jumlah lovebird yang terdapat dalam kandang besar tersebut antara najntan dan betinna harus sama. Kalau ada sepasang lovebird yang sudah berjodoh, mereka biasanya langsung masuk ke glodok untuk kawin dan bertelur. Anda tinggal memindahkan sepasang lovebird tersebut ke kandang penangkaran.

  • LAKUKAN POLIGAMI AGAR TERNAK LOVEBIRD MAKSIMAL
  • Nah, ini dia tips ternak lovebird yang jarang orang ketahui, dengan cara poligami, maka lovebird bisa lebih optimal dalam bertelurnya, dimana satu indukan jantan bisa mengawini 4-5 indukan betina. Berdasarkan sifat alamiahnya, burung lovebird memiliki karakter monogami, maka dari itu kita memerlukan siasat jitu agar si burung mau berbagi cintanya :D.

      Berikut ini tips sukses ternak lovebird dengan poligami 3 betina:
    • Langkah awal kita sediakan kandang yang berbeda, setiap pagi, mulai pukul 06.00 hingga 07.00, induk jantan dimasukkan ke kandang betina dan itu dilakukan secara bergiliran.
    • Misalnya, pertama kali dimasukkan ke kandang betina-1 mulai pukul 06.00. Namun satu jam kemudian, induk jantan diangkat dan dimasukkan lagi ke kandangnya sendiri.
    • Keesokan harinya, induk jantan kembali dimasukkan ke kandang betina-1, dalam waktu yang sama pula (06.00 – 07.00). Setelah itu dikembalikan lagi ke kandangnya. Begitu seterusnya, sehingga induk jantan selama 4 hari berturut-turut berada di kandang betina-1, meski hanya selama 1 jam.
    • Hari kelima, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-2 dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 07.00. Setelah itu dikembalikan ke kandangnya sendiri. Hal ini berlaku selama 4 hari berturut-turut.
    • Selanjutnya, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-3, dalam rentang waktu yang sama dan selama 4 hari berturut-turut pula.
    • Jadi selama 12 hari nonstop, induk jantan akan selalu mendampingi induk betina, meski satu jam saja. Ketika campur dengan induk betina, induk jantan mampu mengawini pasangannya secara sempurna.
    • Beberapa hari atau minggu setelah kawin, masing-masing induk betina akan bertelur. Kalau telur menetas (meski hanya pada 1-2 induk betina saja), berarti perkawinan poligami sukses.
    • Kalau tak ada satu telur pun yang menetas, ada dua kemungkinan yang terjadi: induk jantan tak pernah mengawini betinanya, atau induk jantan memang infertil.


  • MELAKUKAN PENANGANAN TELUR
  • Setelah proses kawin berhasil, langkah selanjutnya adalah penanganan telur. Kandang yang sudah kita sediakan glodog sebagai kotak sarang tadi sebaiknya kita sediakan ranting-ranting kecil untuk indukan membuat sarang seperti yang sudah dijelaskan pada persiapan kandang di atas, karena meskipun tempat bertelur sudah kita sediakan secara insting tetap saja burung ini akan membuat sarangnya sendiri untuk bertelur.

    Usahakan untuk tidak menebarkan ranting atau dauan yang masih basah atau segar. Gunakan yang sudah kering saja. Bahan – bahan yang masih segar dapat membusuk di dalam glodok. Hal ini bisa menimbulkan masalah sendiri. Selain itu, jangan gunakan sebagai bahan yang bersifat sintesis seperti serat plastik maupun karet. Bahan – bahan sintesis bisa menjadi racun apabila termakan oleh lovebird. Ummnya lovebird bertelur 4 – 6 butir.



    Jangan khawatir jika lovebird tidak langsung mengeram. Biasanya burung ini baru akan mengerami telurnya setelah telur ketiga keluar. Pada saat pengeraman, induk lovebird akan sesekali keluar dari glodok untuk makan, mandi, atau cuma sekadar merentangkan sayap.

  • MELAKUKAN PENETASAN
  • Setelah di eramkan selama kurang lebih 21 – 23 hari, biasanya lovebird akan menetas, dalam kurun waktu hingga 24 jam dari telur retak sampai lovebird sempurna menetas. Ini alamiah sehingga anda tidak perlu khawatir. Anda jangan ikut campur dalam masalah ini karena jika anda pecahkan cangkangnya justru hal ini dapat mengakibatkan anak lovebird menjadi tumbuh tidak normal maupun cacat. Mungkin pada saat masa pertama keluar tidak semua telur tersebut bisa menetas atau mandul. Hal ini alami dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal ini. Biasanya lovebird baru benar – benar produktif setelah masa bertelur yang kedua dan seterusnya.

    Ada beberapa penyebab lovebird mandul atau gagal menetas, bisa disebabkan oleh induk yang terlalu muda, lingkungan yang tidak sehat dan nutrisi yang tidak cukup atau gizi buruk. Misal burung lovebirdanda mengalami kemandulan atau kegagalan menetas terus menerus, maka perlu mendapatkan penanganan khusus, coba buka cangkang telur yang tidak menetas tersebut dan lihatlah bagaimana perkembangan embrio lovebird. Jika embrio itu ternyata ada tetapi hanya setengah jadi, kemungkinan besar ada yang salah dengan proses pengeraman telurnya. Bisa saja telur tersebut tergelincir keluar sarang sehingga tidak tererami oleh induknya.

  • PENANGANAN ANAKAN BURUNG LOVE BIRD
  • Untuk telur yang berhasil menetas, maka perlu penanganan khusus. Pada anakan lovebird yang sudah memasuki usia 10 – 14 hari, ambil anakan tersebut, letakkan pada sebuah kotak yang di beri alas kain handuk dan diberi lampu 5 watt untuk menjaga kehangatan. Hal ini juga dapat meningkatkan produktifitas induk lovebird.

  • MAKANAN INDUKAN LOVEBIRD
  • Kenapa pakan indukan terlebih dahulu? Setelah menetas induklah yang akan memberikan pakan kepada bayi mungil lovebird. Induk lovebird akan melolohkan makanan yang dikomsumsinya untuk anak-anaknya ini biasanya dilakukan oleh sang jantan, jadi jaga nutrisi pada pakan lovebird. Beberapa jenis makanan indukan lovebird yang baik seperti jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, sawi, toge, jangan lupa berikan Benelux Primus lovebird yang penting untuk si induk dan anakanya karena mengandung jenis nutrisi sempurna yang di perlukan dalam menernakan lovebird.

  • MAKANAN ANAKAN LOVEBIRD
  • Nah, seperti yang sudah dijelaskan di atas pada point no 8, anakan diambil dari indukan setelah memasuki usia 10 – 14 hari. Untuk anakan lovebird, bisa anda berikan bubur bayi instant yang banyak dijual di toko sekitar anda. Bubur bayi dicampur dengan air hangat, jangan terlalu panas dan jangan dingin, ( hangat-hangat kuku ). Untuk tahap awal, berikan campuran yang tidak terlalu kental, semakin tambah umur anak lovebird, tingkat kekentalan makanan semakin bertambah pula.

    Anda bisa menggunakan alat bantu berupa jarum suntik, namun pastikan kesterilan jarum suntik tersebut. Anakan diberi pakan minimal tiap 4 jam sekali, secara teratur. Anda dapat menggunakan jadwal anda sendiri, sebagai contoh jadwal pemberian makan: 06:00, 10:00, 14:00, 18:00, 23:00.

    Setelah memasuki usia sekitar empat minggu, anda bisa memberi mereka makanan di tempat makan untuk melatih makan pada anak lovebird. Anda bisa memberikan potongan-potongan kecil buah-buahan atau sayuran, telur rebus, pelet yang dicampur air hangat. Bagaimana? Anda tertarik untuk bisnis ternak lovebird? Kalau sudah berjalan pastilah akan lebih mudah karena kita sudah terbiasa dengan rutinitas memilihari burung cantik ini.



      Baca Juga Artikel Lainnya:
  • Belajar Ternak Love Bird untuk menghasilkan anakan yang baik
  • Mempelajari Jenis Burung LoveBird
  • Serunya Bermain dan Kamping di Desa Ternak
  • Dokumentasi Desa Ternak Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Awal Pembangunan Sementara Penangkaran LoveBird, Muray, dan jenis lainnya
  • love bird Anakan Lagi nih
  • Kunjungan dan Silaturrahmi Ke Desa Ternak
  • Sukses Ternak Muray
  • 1 Tahun Persiapan Ternak Kambing Menjelang Qurban
  • Proses Awal Tanam Ubi dan Panen DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • Proses Rancang Bangun Pertanian DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • PERTANIAN JAGUNG PASIR MAE
  • CARA TANAM PADI YANG BAIK
  • Pertanian Pepaya Kampung Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Sejarah Desa Ternak

    Sumber:https://sentrabudidaya.com/ternak-lovebird/

    DESA TERNAK
    Lokasi: Daerah Pasir Mae Kp. Pasir Kuray Cipeucang Pandeglang Banten (Desa Ternak Pasir Mae)
    Telp: 021-2254 6115
    Hp. 0813 19 7777 46

  • Thursday, March 28, 2019

    Mempelajari Jenis Burung LoveBird

    March 28, 2019 0


    Mengenal Love Bird

    Burung lovebird merupakan burung sosial. Di alam bebas, burung ini hidup berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5-20 ekor. Burung dewasa hidup berpasangan. Disebut “love bird” atau “burung cinta” karena burung ini baru berpisah dari pasangannya bila salah satunya mati.

    Burung dari genus Agapornis ini ukuran tubuhnya relatif mungil, bila dibanding burung berparuh bengkok lainnya. Sedikit lebih besar dari burung parkit. Panjangnya sekitar 13-17 cm dengan bobot 30-60 gram.

    Burung lovebird bereproduksi dengan bertelur. Dalam setiap kelahiran menghasilkan 3-6 telur. Lama pengeraman telur berkisar 22 hari. Anak-anak burung akan meninggalkan sarangnya setelah 4-5 minggu sejak menetas.

    Kondisi alam yang disukai burung lovebird adalah lahan kering dan iklim yang terik. Burung ini bersarang di cabang-cabang pohon, lubang lumpur yang mengering dan lubang pohon. Terkadang juga ditemukan di bangunan buatan manusia yang terdapat di tepi hutan atau perkebunan.

    Jenis burung lovebird

    Ragam dan jenis burung lovebird sangat banyak. Apalagi kalau bila dilihat dari turunan dan hasil silangannya. Namun bila dilihat dengan pendekatan ilmu taksonomi, hanya terdapat 9 spesies burung lovebird.

    Delapan diantara sembilan spesies tersebut ditemukan di daratan benua Afrika meliputi Anggola, Namibia, Kongo, Tanzania, Zambia, Zimbabwe, Etiopia, Malawi dan Afrika Selatan. Satu spesies sisanya ditemukan di kepulauan Madagaskar.

      Berikut jenis-jenis burung lovebird berdasarkan spesiesnya:
  • Agapornis roseicollis
  • Nama populernya “Peachfaced” atau “muka salem”. Burung ini dipercaya sebagai lovebird pertama yang berhasil didomestikasi. Tidak heran apabila jenis ini paling banyak dibudidayakan. Persilangan muka salem melahirkan berbagai mutasi warna yang menarik. Konon, ragam warnanya bisa mencapai 100.000 kombinasi. Penyebarannya di wilayah barat daya Afrika.

  • Agapornis personata
  • Nama populernya “Masked lovebird” atau lovebird muka topeng. Burung lovebird ini memiliki ciri kepala sampai leher berwarna hitam kecoklatan, seperti mengenakan topeng. Hasil mutasi warna burung ini adalah gradasi biru dan biru muda, sementara warna kepala dan lehernya tetap hitam kecoklatan. Penyebarannya meliputi wilayah Tanzania.

  • Agapornis fischeri
  • Burung lovebird fischeri memiliki ciri tubuh berwarna hijau, dari kepala sampai dada kemerahan dengan gradasi hingga oranye, lingkar mata putih. Mutasi warna dari burung ini adalah fischeri biru dan albino. Wilayah penyebarannya di Tanzania.
  • Agapornis lilianae
  • Nama populernya “Nyasa lovebird”. Burung lovebird nyasa memiliki warna tubuh hijau, kepala sampai muka berwarna merah, bagian kerongkongan hingga leher belakang berwarna kuning. Mutasi warna nyasa adalah biru dan lutino. Penyebarannya meliputi Tanzania, Malawi dan Mozambik.

  • Agapornis nigrigenis
  • Nama populernya “Black-cheeked lovebird” atau lovebird pipi hitam. Warna tubuhnya hijau hingga hijau kekuningan terutama bagian bawah. Bagian pipi berwarna hitam kecokelatan. Mutasi warna burung ini adalah hitam biru. Penyebarannya meliputi Zambia dan Zimbabwe.

  • Agapornis cana
  • Nama populernya “Madagascar lovebird”. Burung lovebird madagaskar memiliki tubuh yang relatif mungil, bobotnya sekitar 30-35 gram. Warna tubuh bagian atas hijau dan bagian bawah hijau muda. Pada burung jantan, warna kepala hingga dada abu-abu. Sedangkan pada betina berwarna hijau muda. Burung ini jarang ditangkarkan karena keberadaannya terbatas. Penyebarannya hanya ada di Madagaskar.

  • Agapornis taranta
  • Nama populernya “Abyssinian lovebird”. Burung lovebird abesinia ini dikenal juga dengan sayap hitam. Karena warna sayap bagian bawah kehitaman. Hampir seluruh warna tubuh burung betina berwarna hijau hingga hijau muda. Sedangkan pada jantan terdapat warna merah di muka bagian atas. Lingkar mata betina hijau dan jantan merah. Mutasi warna burung ini kuning kecokelatan. Penyebarannya di daerah Etiopia.

  • Agapornis Pullaria
  • Nama populernya “Redfaced lovebird” atau lovebird muka merah. Sesuai namanya, burung lovebird muka merah ini memiliki dahi dan muka berwarna merah. Pada burung betina dahi dan muka lebih oranye. Warna tubuh hijau hingga hijau kekuningan dan kaki abu-abu. Burung ini sulit ditangkarkan. Penyebarannya meliputi Afrika Barat dan Afrika Tengah.

  • Agapornis Swindernia
  • Nama populernya “Black-collared lovebird” atau lovebird kerah hitam. Burung ini mempunyai kekhasan di daerah lehernya. Terdapat warna hitam melingkar seperti kerah. Warna tubuhnya hijau hingga hijau kekuningan. Burung ini sulit ditangkarkan. Wilayah penyebarannya Afrika tengah dan Afrika Barat.

    Pengelompokkan populer

    Di Indonesia, banyak pehobi mengelompokkan burung ini ke dalam burung lovebird berkacamata dan non-kacamata. Disebut berkecamata karena terdapat lingkaran berwarna-warni disekeliling kelopak matanya. Warna lingkaran tersebut bisa berbeda-beda antara satu jenis dengan jenis lainnya.

    Burung lovebird berkacamata diminati oleh para pehobi yang berorientasi pada keindahan dan warna tubuh. Lovebird berkacamata seringkali di namai berdasarkan kekhasan warna tubuhnya. Karena burung ini memiliki silangan-silangan dengan warna-warna yang khas. Seperti nama-nama lutino, cinnamon atau dilute.

    Jenis burung yang digolongkan ke dalam lovebird berkacamata antara lain Fischeri, Personata, Liliana dan Nigrigenis. Sisanya dikelompokkan ke dalam lovebird non-kacamata.

    Tidak seperti lovebird berkacamata, burung lovebird non-kacamata biasanya tidak dinamai berdasarkan kekhasan warna-warni tubuhnya. Karena hasil silangan dari lovebird non-kacamata sangat banyak ragamnya. Di pasar Indonesia, jenis lovebird berkacamata di hargai lebih mahal dibanding non-kacamata.


      Baca Juga Artikel Lainnya:
  • Belajar Ternak Love Bird untuk menghasilkan anakan yang baik
  • Mempelajari Jenis Burung LoveBird
  • Serunya Bermain dan Kamping di Desa Ternak
  • Dokumentasi Desa Ternak Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Awal Pembangunan Sementara Penangkaran LoveBird, Muray, dan jenis lainnya
  • love bird Anakan Lagi nih
  • Kunjungan dan Silaturrahmi Ke Desa Ternak
  • Sukses Ternak Muray
  • 1 Tahun Persiapan Ternak Kambing Menjelang Qurban
  • Proses Awal Tanam Ubi dan Panen DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • Proses Rancang Bangun Pertanian DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • PERTANIAN JAGUNG PASIR MAE
  • CARA TANAM PADI YANG BAIK
  • Pertanian Pepaya Kampung Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Sejarah Desa Ternak

    Sumber:https://alamtani.com/burung-lovebird/

    DESA TERNAK
    Lokasi: Daerah Pasir Mae Kp. Pasir Kuray Cipeucang Pandeglang Banten (Desa Ternak Pasir Mae)
    Telp: 021-2254 6115
    Hp. 0813 19 7777 46

  • Wednesday, March 27, 2019

    Serunya Bermain dan Kamping di Desa Ternak

    March 27, 2019 0

    Serunya Bermain dan Kamping di Desa Ternak

    Desa Ternak Pasir Mae Pandeglang Banten.



      Baca Juga Artikel Lainnya:
  • Belajar Ternak Love Bird untuk menghasilkan anakan yang baik
  • Mempelajari Jenis Burung LoveBird
  • Serunya Bermain dan Kamping di Desa Ternak
  • Dokumentasi Desa Ternak Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Awal Pembangunan Sementara Penangkaran LoveBird, Muray, dan jenis lainnya
  • love bird Anakan Lagi nih
  • Kunjungan dan Silaturrahmi Ke Desa Ternak
  • Sukses Ternak Muray
  • 1 Tahun Persiapan Ternak Kambing Menjelang Qurban
  • Proses Awal Tanam Ubi dan Panen DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • Proses Rancang Bangun Pertanian DESA TERNAK PASIR MAE Pandeglang Banten
  • PERTANIAN JAGUNG PASIR MAE
  • CARA TANAM PADI YANG BAIK
  • Pertanian Pepaya Kampung Pasir Mae Pandeglang Banten
  • Sejarah Desa Ternak



    DESA TERNAK
    Lokasi: Daerah Pasir Mae Kp. Pasir Kuray Cipeucang Pandeglang Banten (Desa Ternak Pasir Mae)
    Telp: 021-2254 6115
    Hp. 0813 19 7777 46